Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 4th

Viral Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 4th

  Iklans.com - Ini ceritaku yang keempat. Beberapa bulan yang lalu, di kantorku ada seorang karyawan intern yang kebetulan ditugasi untuk bekerja membantuku. Dia, sebut saja namanya Johan masih sedang menyelesaikan kuliahnya di Melbourne. Dia bekerja di kantorku hanya tiga bulan, dan saat ini sudah kembali ke Melbourne lagi. Anaknya lumayan keren, tapi mungkin karena masih muda dan ini pengalaman kerjanya yang pertama, minggu-minggu pertama dia masih terlihat kikuk di kantor dan sedikit malu-malu. Pembawaannya yang diam dan malu-malu malah menantangku untuk menggoda dia karena aku penasaran untuk melihat reaksi dia.

Suatu hari aku minta dia untuk melakukan research sebagai dasar bahan presentasi yang sedang aku siapkan. Karena diuber deadline, aku minta dia untuk kerja lembur di kantor. Waktu itu sekitar jam setengah sembilan malam di kantorku tinggal aku dan dia sedangkan karyawan lainnya sudah pulang. Hari itu aku mengenakan atasan putih dengan blazer hitam dan rok yang lumayan pendek.


Timbul niatku untuk menggoda dia. Aku ke kamar kecil dan melepas bra dan celana dalamku. Lalu aku memakai kembali kemeja, blazer dan rokku. Aku balik ke ruangan kantorku dan aku panggil dia. Awalnya aku tanya-tanya mengenai progress pekerjaan dia, setelah itu aku pura-pura kepanasan karena AC memang sudah mati dari sore. Aku lepas blazerku di depan dia dan karena kemeja putihku bahannya tipis, buah dada dan putingku terlihat cukup jelas. Aku tahu dia kaget melihatku tidak memakai bra dan setelah itu berusaha untuk tidak melihat ke arah dadaku. Tapi karena kami duduk berhadap-hadapan mungkin cukup sulit bagi dia untuk tidak memperhatikan putingku dan aku lihat sekali-sekali dia mencuri pandang ke arah dadaku.

Belum puas menggoda dia, aku lalu pura-pura mengambil minum dan menjatuhkan kertas-kertas yang ada di mejaku. Karena kertasnya banyak, otomatis dia membantu memunguti kertas kertas yang jatuh. Aku jongkok di lantai dan dia berada sekitar 60 cm persis di hadapanku. Kakiku sengaja aku buka dan karena rokku pendek, pandangannya dapat langsung melihat ke selangkanganku. Saat itu aku lihat kalau matanya tertuju ke kemaluanku dan aku biarkan dia menikmati pemandangan itu dengan berlama-lama memunguti kertas yang jatuh. Setelah itu, kelihatan mukanya memerah dan tingkah lakunya jadi sedikit aneh. Aku tertawa dalam hati dan terus berbicara dengan dia. Ada sedikit perasaan senang waktu dia sudah kembali ke tempat duduknya dan memikirkan apa yang ada di pikirannya setelah tahu atasannya tidak memakai bra dan celana dalam di kantor ðŸ™‚

Seminggu setelah itu aku ajak Johan ke Surabaya untuk membantuku presentasi ke prospektif client. Aku pergi bertiga bersama bosku. Kami tiba di Surabaya sekitar jam 7 malam dan setelah selesai makan malam saya minta dia ke kamarku setalah mandi untuk membantu finalisasi bahan presentasi. Tidak lama setelah aku masuk ke kamar, aku langsung mandi. Aku sengaja berlama-lama di kamar mandi menunggu dia datang. Begitu pintu di ketuk, aku lilitkan handuk sekenanya di badanku yang masih basah, mempersilakan dia masuk dan aku minta dia menunggu di kamar. Setelah aku selesai mandi aku keringkan badanku dengan handuk.

Di kamar mandi hotel itu ada dua jenis handuk dan aku pilih yang ukurannya lebih kecil sehingga waktu aku lilitkan di tubuhku handuk itu hanya cukup untuk menutupi buah dada dan kemaluanku saja. Aku ikatkan handuk di badanku dan berjalan keluar. Johan terlihat sedikit kaget melihatku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk seperti itu. Aku lalu berjalan menuju koperku yang diletakkan di sofa pojok ruangan untuk mengambil pakaianku. Sofanya agak pendek dan aku sengaja membungkukkan badan untuk membuka koper dan mencari pakaianku.

Karena handukku pendek, dari tempat Johan duduk dia bisa melihat pinggul dan rambut kemaluanku dari belakang. Aku sengaja buka kakiku sedikit sehingga dia bisa lihat kemaluanku lebih jelas. Setelah aku menemukan baju tidur yang aku kenakan, aku balikkan badanku, tapi tepat sebelum berbalik, aku lepaskan simpul handuk di dadaku dengan cepat. Handukku jatuh ke lantai dan tubuhku sekarang menghadap ke Johan. Aku pura-pura kaget dan minta dia untuk memalingkan mukanya. Johan tersenyum nakal kepadaku sambil berkata.., “Mbak, nggak usah yah. Lagian boleh dong sekali-sekali saya lihat Mbak..”.

Ternyata Johan yang biasanya malu-malu sudah mulai berani kepadaku. Aku bilang terserah dan kemudian memakai baju tidur tipisku di hadapannya. Johan bertanya kenapa aku tidak memakai celana dalam dan dengan santainya aku jawab sambil menggunakan kata-katanya.., “Untuk apa, kan kamu juga sudah lihat aku telanjang..”.

Baju tidurku berwarna putih dengan bahan yang lumayan transparan dengan potongan dada rendah dan tali kecil di bahu. Johan terlihat lebih santai sekarang dan karena matanya sudah berani melihatku dari atas ke bawah, aku pura-pura marahi dia dan menyuruh dia menyalakan komputer. Aku kemudian mengambil lotion di koperku dan duduk di ranjang. Johan duduk di kursi di dekat televisi dan menghadap ke arahku. Waktu aku memakai lotion di kaki, kakiku aku angkat satu persatu dan dari posisi duduknya dia bisa melihat kemaluanku. Lanjut baca!


Heboh! Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 3rd

Heboh! Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 3rd

  Aopok.com - Ini ceritaku yang ketiga. Setelah kedua ceritaku sebelumnya dimuat di situs 17tahun ini, aku mendapatkan banyak sekali e-mail. Ada yang menasihatiku untuk menghentikan kebiasaanku, ada yang mengajak berkenalan sampai yang tanpa basa basi mengajakku bercinta. Sebelumnya aku minta maaf kepada para pembaca yang kirim e-mail tapi tidak aku balas. Aku tidak punya banyak waktu dan memang aku sedikit selektif dalam menjawab e-mail yang masuk.

Selama setahun terakhir ini banyak hal yang aku lakukan dan mungkin menarik bagi pembaca yang kebetulan suka dengan cerita-ceritaku sebelumnya. Saat ini aku sudah punya pacar (sebut saja namanya Peter). Baru sekitar satu tahun aku jalan dengan dia. Peter orang Amerika yang bekerja sebagai karyawan ekspatriat di tempatku bekerja. Yang aku suka dari Peter, dia sangat romantis dan sangat mendukung kebiasaan eksibisionisku. Katanya dia sendiri bisa terangsang bila membayangkan kegilaan-kegilaanku dan bahkan dia sering memberikan ide kepadaku untuk menggoda pria lain bila kami sedang pergi berdua.

Cerita ini akan memuat beberapa pengalaman atau hal-hal seru yang kulakukan setahun terakhir.



Bali, Februari 2022
Aku berulang tahun di bulan Februari dan hadiah yang aku dapat dari Peter adalah liburan berdua ke Bali selama tiga hari. Kami ambil cuti dari kantor sehari dan menghabiskan akhir pekan di Bali. Di sana kami menginap di Hard Rock Hotel dan kamar yang kami tempati terletak di lantai bawah dan menghadap taman. Walaupun tidak ramai, banyak juga orang yang berjalan melewati kamar kami baik pengunjung maupun karyawan hotel. Sesuai dengan kebiasaanku, aku selalu membiarkan korden terbuka sehingga orang yang lewat bisa melihat ke dalam dan aku akan pura-pura tidak tahu. Aku akan melepaskan semua pakaianku dan berjalan-jalan atau tiduran dengan santai di kamar. Peter sendiri biasanya masih mengenakan celana pendek dan dia memang tidak seberani aku. Bila tahu ada orang di luar yang memperhatikanku, jantungku akan berdegup lebih kencang dan hal ini dapat membuatku terangsang. Bahkan pada waktu memesan makanan dari kamar aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda karyawan hotel. Begitu pintu kamar diketuk, aku masuk ke kamar mandi dan Peter yang membukakan pintu. Setelah itu aku akan keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan apa-apa dan pura-pura tidak tahu kalau ada orang lain di kamar. Sangat menarik memperhatikan reaksi orang bila tiba-tiba melihat seorang wanita telanjang bulat berdiri di hadapannya. Aku sudah sering melakukan hal ini dan reaksi orang biasanya berbeda-beda.

Hari Sabtu setelah makan pagi aku dan Peter turun ke kolam renang. Waktu itu aku mengenakan baju tanpa lengan (tanpa bra) dan celana pendek putih yang bawahnya lebar, tentu saja tanpa celana dalam juga seperti biasanya. Aku cari tempat yang strategis di tangga menuju ke kolam renang dan aku duduk di situ sambil membaca buku. Kakiku aku renggangkan dan bila ada orang yang berjalan ke arahku pasti dapat dengan jelas melihat bulu kemaluanku dan karena aku menunduk sambil membaca buku, orang yang melihatku dapat dengan bebas memandangi selangkanganku tanpa takut bertatapan mata denganku. Ada beberapa pria yang berjalan bolak-balik ke arahku untuk dan setiap kali lewat mereka pasti melihat ke arah selangkanganku.

Cukup lama aku duduk di situ sampai Peter memanggilku dan mengajakku berenang. Di kolam renang aku lihat banyak pengunjung yang sebagian besar wisatawan asing (Australia atau Jepang) dan ada 2 wanita yang aku lihat bertelanjang dada. Aku tahu kalau wanita akan terlihat lebih seksi bila tidak benar-benar telanjang karena akan memancing imajinasi pria. Pada waktu aku berjalan ke arah kolam renang banyak pria yang memperhatikan aku karena baju atasanku cukup ketat dan kedua putingku menonjol jelas di balik kain yang tipis itu. Ada sekelompok anak muda yang berbisik-bisik setelah melihatku dan aku yakin mereka membicarakan aku. Memang itu tujuanku sebenarnya. Begitu sampai di kamar ganti aku lepaskan pakaianku dan aku kenakan baju renang merah muda yang aku bawa. Belahan dada baju renangku cukup rendah dan lapisan dalamnya baik atas dan bawah sudah aku lepaskan. Wajib baca!


Cerita Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 2nd

Cerita Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 2nd

  Tradingan.com - Ini adalah cerita saya yang kedua. Bagi anda yang pernah membaca cerita saya sebelumnya (Gadis Eksibisionis, 1st), pasti tahu sedikit banyak tentang saya.

Sekarang saya tinggal di sebuah apartemen di Jakarta Selatan dan sudah tidak kost lagi. Saya pindah karena saya sudah putus dengan pacar saya yang tadinya satu kost dengan saya. Tidak enak rasanya bila harus terus bertatap muka dengan dia di tempat kost saya yang lama. Sudah dua bulan ini saya tinggal sendiri dan saya mulai menikmati kesendirian ini. Yang pasti, dengan tinggal sendiri saya bebas melakukan apa saja di apartement tanpa ada yang perduli.


Untuk informasi pembaca, saya tidak pernah mengenakan apapun di apartement, kecuali bila ada tamu. Begitu pulang, yang pertama saya lakukan adalah membuka semua pakaian saya dan saya baru berpakaian lagi bila mau keluar. Tirai jendela juga saya buka lebar-lebar, dan karena apartement saya berhadapan dengan bangunan apartement lain, penghuni-penghuni apartemen di depan saya dapat melihat ketelanjangan saya.

Ada satu orang yang sering menggunakan teropong di malam hari dan menikmati tubuh saya. Saya senang bila ada yang menonton, dan kadang-kadang saya keluar ke beranda tanpa mengenakan apapun. Bila kebetulan saya membawa teman pria ke apartement, seringkali kami bercinta di beranda atau di kamar dengan jendela dibuka lebar-lebar dan lampu menyala terang. Saya yakin, penghuni?penghuni lain dapat melihat dengan jelas, dan hal itu juga membuat saya semakin bernafsu.

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya sekitar dua bulan lalu di Cebu, Philippina. Saya baru pindah kerja ke perusahaan multinasional beberapa bulan lalu, dan saya dikirim untuk training selama seminggu di Cebu. Training diadakan di sebuah hotel berbintang lima yang letaknya persis di tepi pantai.

Sejak hari pertama, saya tahu kalau banyak rekan pria baik dari Indonesia maupun negara-negara lain yang terus mencuri-curi pandang ke arah saya. Saya memang belum berani untuk memakai pakaian yang seksi, karena tidak mau mendapat cap yang tidak-tidak dari awal. Maklum, saya baru masuk di perusahaan itu.

Dari semua peserta training, ada satu peserta dari Thailand yang menurut saya menarik. Badannya bagus dan orangnya juga sangat simpatik. Saya tahu kalau dia juga suka dengan saya, karena dia sangat perhatian kepada saya sejak hari pertama kami berkenalan. Di hari ketiga training, saya pergi ke Gym sekitar jam 6 sore untuk exercise dengan treadmill. Ternyata dia (namanya Nui) juga ada disitu. Wah, kesempatan yang sangat baik untuk menggoda dia, pikirku.

Saya masuk ke kamar ganti dan berganti pakaian dengan baju senam dan celana pendek. Di kamar ganti, saya sengaja lepas busa tipis pelapis di bagian dada. Karena baju senam saya berwarna merah muda, saya tahu bila saya keringatan, pasti puting saya akan terlihat jelas.

Begitu keluar dari ruang ganti, Nui melihat ke arah saya dan juga satu pria lagi yang kebetulan ada di Gym juga. Pandangannya langsung tertuju ke buah dada dan puting saya yang menonjol di balik baju senam yang tipis dan ketat itu. Saya mengobrol dengan dia sebentar dan mulai berlari-lari di treadmill.

Beberapa menit kemudian, saya sudah mulai keringatan dan baju senam saya mulai basah dengan keringat. Puting saya yang berwarna coklat kemerahan juga tercetak dengan jelas. Saya tahu kalau Nui terus melihat ke arah dada saya. Sekitar 15 menit kemudian saya berlatih alat-alat lainnya, dan waktu saya perhatikan, ternyata Nui sudah terangsang, dan hal ini terlihat dari tonjolan di balik celana pendeknya. Ternyata usaha saya berhasil..! Wajib baca!


Cerita Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 1st

Cerita Ngentot Perawan Gadis Eksbisionis 1st

  Tradingan.com - Cerita ini adalah cerita sebenarnya, hanya nama saya yang saya ubah supaya tidak terlalu jelas jati diriku. Walaupun begitu, mungkin ada pembaca (teman kost atau teman kantor saya) yang tahu siapa sebenarnya saya. Nama saya, sebut saja Vina, saat ini kost di bilangan Setia Budi dan baru satu tahun bekerja salah satu bank di Jakarta. Tempat kost saya dihuni oleh 12 orang, 9 lelaki dan 3 perempuan. Saya sengaja untuk mencari tempat kost yang banyak laki-lakinya. Hampir semua sudah bekerja kecuali 2 orang yang masih kuliah. Sebagai gambaran, tinggi saya 166 cm dengan berat 49 kg. Wajah saya tergolong cantik dengan kulit yang putih mulus (orang tua saya berasal dari Sulawesi Utara) dan ukuran buah dada yang cukup besar. Dibandingkan dengan tubuh saya yang langsing, apabila saya memakai baju kaos yang sedikit ketat, maka mata laki-laki dipastikan akan jelalatan ke arah dada saya. Saya harus mengakui kalau saya sedikit tidak normal karena saya tergolong eksibisionis.


Sejak SMA saya sepertinya senang apabila tubuh saya dilihat oleh orang. Mengetahui bahwa ada lelaki yang terangsang melihat tubuh saya seringkali membuatku terangsang juga dan apabila saya sedang bermasturbasi kadang-kadang saya membayangkan banyak lelaki yang memandangi tubuh telanjang saya. Salah satu tujuan saya menulis cerita ini juga untuk kepuasan saya sendiri (saya harapkan ada pembaca yang juga terangsang dengan tulisan saya). Sebagai tambahan informasi untuk pembaca, rambut kemaluan saya sangat lebat dan ini juga sering saya gunakan untuk menggoda pria. Saya sengaja tidak pernah mencukurnya walaupun celana dalam saya tidak cukup lagi untuk menutupi rambut kemaluanku (ada saja yang terlihat di kiri dan kanannya). Kalau saya sedang berenang dan kira-kira ada yang ingin saya goda, saya akan sengaja keluarkan sedikit rambut kemaluan saya supaya terlihat. Saya akan berenang perlahan-lahan di depan laki-laki itu (saya akan pilih yang memakai kacamata renang) dan sengaja membuka pahaku lebar-lebar supaya dia dapat melihat selangkanganku dan rambut kemaluanku dengan jelas. Di luar air, saya akan jalan bolak-balik di depan pria dan pura-pura tidak tahu bahwa rambut kemaluan saya terlihat.

Waktu saya masih kuliah di Australia, saya sering pergi ke pantai bersama teman-teman dan mungkin saya satu-satunya wanita Indonesia yang berani berjemur topless di pantai yang ramai. Saya akan tiduran dan menutupi wajahku dengan topi atau handuk. Dengan begitu teman-teman priaku dan orang-orang yang lewat dapat dengan leluasa memandangi tubuh saya yang hampir telanjang. Kebanyakan dari bikini yang saya miliki sangat mini ukurannya dan bermodel G-string sehingga walaupun saya masih memakainya dengan lengkap, saya sudah hampir-hampir telanjang. Walaupun banyak wanita bule yang berjemur topless di pantai-pantai di Australia, saya masih sering menjadi perhatian pria. Mungkin selain tidak ada lagi orang Asia yang mengenakan G-string atau topless, rambut kemaluan saya yang muncul di sisi G-string saya menjadi daya tarik tersendiri. Kalau lagi nekat, saya akan kenakan bikini kuning yang lapisan dalamnya sengaja saya buang sehingga begitu terkena air, maka akan terlihat jelas kemaluan saya dan rambutnya yang sangat lebat itu. Puting saya juga akan terlihat jelas di balik bahan yang tipis itu. Kalau saya kenakan itu, tidak ada mata pria yang tidak memandang ke arah saya dan itu memberikan kesenangan tersendiri bagi saya.

Oke, balik ke tempat kost-ku. Di tempat kost, kamar saya ada di lantai atas dan saya satu-satunya penghuni lantai atas yang wanita. Di depan kamarku ada jendela yang menghadap ke ruang tengah dan ditutupi dengan gorden. Kadang-kadang bila ada orang yang duduk-duduk di ruang tengah, saya buka gordennya sedikit (kira-kira 5 cm) dan berganti baju dengan melepaskan seluruh pakaianku satu persatu di tempat yang terlihat dari luar melalui celah kecil di gorden yang sengaja saya buka. Saya mengharapkan ada yang melihat dan kalau ada yang benar-benar melihat, saya akan berpura-pura tidak tahu kalau gorden kamar saya terbuka sedikit.

Oh ya pembaca, mungkin ini cukup lucu, tapi setiap kali saya keluar kamar mandi, biasanya lebih banyak orang yang duduk-duduk di ruang tengah daripada sebelum saya mandi. Saya yakin penyebabnya adalah mereka mau menunggu saya keluar kamar mandi. Setiap selesai mandi, saya hanya mengenakan baju kaos dan celana pendek (tanpa bra dan celana dalam). Kadang-kadang bila baju kaosnya cukup panjang (walaupun masih 15-20 cm di atas lutut) saya tidak memakai celana pendek dan celana dalam lagi. Tentunya mereka tahu hal ini karena putingku jelas menonjol di balik baju kaosku dan tidak terlihat garis celana dalamku. Pernah ada yang menanyakan langsung, “Vin, lu di rumah gak pernah pakai CD dan bra yah, pada tahu tuh satu kost..” Saya hanya menjawab, “Ah, di rumah ini, lagian juga gak kelihatan-kelihatan amat kan?” Apabila saya mengenakan baju kaos tipe you can see dengan potongan dada rendah, saya suka sengaja membungkukan badan (pura-pura mengambil koran, majalah atau apa) dan membiarkan teman kost-ku untuk melihat buah dadaku dari depan atau samping. Tentunya hal ini saya lakukan dengan seolah-olah tidak sadar (saya sudah sangat ahli untuk melakukan ini). Lanjut baca!


Cerita Ngentot Memek dan Anal Emma 2

Cerita Ngentot Memek dan Anal Emma 2

  Iklans.com - Kuelus terus batangannya, Emma semakin lupa daratan, erangannya semakin menjadi-jadi.

“Auw Mas.., aduh enak Mas..! Uh..!” desahnya sambil matanya terpejam dan kocokannya di penisku semakin keras.
Aku semakin nekat, kumasukkan tanganku ke dalam CD-nya. Ah.., terpegang olehku stick milik Emma yang kuperkirakan lebih kecil dari punyaku.
“Auw.. Mas gila. Mas.., aduh enak Mas..!” ia berbisik untuk melanjutkannya di kamar, aku menurut saja dan mengikutinya.


Ternyata kamarnya di sebelah kamar mandi tersebut, kamarnya berukuran 4×4 m dengan lampu tidur remang-remang dan satu tempat tidur double berukuran 2×2 m dilapisi sprei warna biru muda dari bahan satin.

Emma melepas dasternya, lalu kemudian menghampiriku dan melepas bajuku yang masih tersisa. Kami sama-sama sudah bugil, kuperhatikan dalam keremangan itu ada rasanya aku ingin tertawa juga waktu melihat tubuh Emma yang memang seksi itu, tapi lucunya kami sama-sama punya rudal, yang beda payudaraku tidak membumbung, kulitku tidak sehalus kulitnya. Aku berpikir kenapa aku tidak merasa jijik, kenapa aku tetap terangsang. Aku tidak habis pikir dengan nafsuku ini yang dapat menerima orang yang sama dengan jenisku, apa aku gay..? Tapi aku tidak perduli lagi, karena Emma sudah melumat putingku dan menjilatinya bergantian kiri dan kanan.

Kemudian disuruhnya aku telentang di tempat tidurnya, lalu ia mulai menjilati ibu jari kakiku dilanjutkan ke jari kaki yang lainnya, terus naik ke dengkul sambil lidahnya terus menempel di kulitku layaknya orang sedang mengecat dengan kuas, tapi kali ini kuasnya menggunakan lidah. Geli sekali rasanya, ada rasa sesuatu benar-benar sensasional yang susah dilukiskan oleh seribu kata. Aku hanya dapat ber ah..uh ria saja.

Setelah itu disuruhnya aku telungkup dan kembali aku dikuasnya, hanya kali ini bagian belakang dari tumit hingga bokong yang kiri dilanjutkan dengan yang kanan. Lalu ia naik ke pinggang, punggung lalu ke leher, turun lagi ke bokong. Disuruhnya aku menungging, lalu dijilatnya liang duburku, auwhh..! Hilang rasanya semua panca inderaku, semua berkumpul di liang anusku ini. Dimain-mainkannya lidahnya di sekitar anusku, lalu tangannya membuka bibir anus dan lidahnya masuk ke dalamnya. Aku tidak dapat lagi menceritakan suara apa yang kukeluarkan saat itu.

“Ma.. emm.. aduh Ma.., aku ngga kuat, aduh..!” desahku, tapi ia terus saja melumatnya.
Beberapa saat kemudian dibalikkannya tubuhku dalam posisi semula, telentang. Dilumatnya lagi tubuhku, diawali dari jari-jari tangan lanjut ke ketiak, kembali ke putingku lalu turun ke pusar. Diputar-putar lidahnya di sana dan kemudian sampailah ke inti energi, yaitu penisku.
“Agh..!” aku sedikit menjerit ketika dilumatnya dulu batangan berikut buahnya dan dilanjutkan mengulumnya.

“Agh.. Ma.. Sebentar Ma..!” kutarik ia lebih merapat sehingga rudalnya tepat di mulutku.
“Aduh.. duh.. Mas.. duh. Isep Sayang.., aduh terus Sayang..!” ia mengerang, tentu saja karena kenikmatan.

Jadilah kami menggunakan posisi 69, saling menghisap, saling melumat, tidak ada rasa jijik sedikit pun yang kualami. Emma semakin buas dan dengan lahapnya melumat penisku, begitu juga aku giat memaju-mundurkan kemaluannya di dalam mulutku.

Kira-kira setengah jam kami saling melumat, saling menghisap dan saling menjilat. Akhirnya ia memintaku untuk memasukkannya ke dalam lubang anusnya. Dibasahinya kepala rudalku dengan ludahnya, lalu ia telentang sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Dibimbingnya kemaluanku untuk memasuki liang kenikmatannya.
“Pelan-pelan ya Mas..!” ia meminta.

Kudorong rudalku pelan-pelan, akhirnya dengan susah payah masuklah ke dalam goanya. Lanjut baca!


Cerita Ngentot Memek dan Anal Emma 1

Cerita Ngentot Memek dan Anal Emma 1

  Aopok.com - Cerita ini terjadi sekitar 1,5 tahun yang lalu, tapi merupakan awal yang mempengaruhi perilaku seks yang kujalani sampai saat ini. Waktu itu aku seorang mahasiswa semester 3 di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Sebenarnya aku termasuk mahasiswa yang cukup berprestasi di kampus, terbukti dengan seringnya aku diikutsertakan oleh dosen/pengajar apabila mereka akan mengadakan penelitian ilmiah. Tapi sayangnya akibat pergaulan yang kurang baik, ditambah dengan problema yang kuhadapi (saat itu kurasakan cukup berat), aku terjebak kecanduan narkotika, walaupun sebenarnya baru pada tahap kecanduan awal.


Problem yang kuhadapi ialah putusnya hubunganku dengan pacarku di desa (lebih tepatnya diputusin), dengan alasan yang aku sendiri tidak mengerti. Aku merasa tidak dihargai karena tidak mendapat alasan yang jelas, padahal hubungan kami sudah berjalan sejak kami masih SLTP. Tapi sudahlah, karena bukan itu sebenarnya yang ingin kuceritakan.

Malam itu, sepulang dari rumah seorang teman aku mengendarai sepeda motor bebekku dengan kepala sedikit berat akibat pengaruh obat yang belum terlalu turun, tapi kupaksakan juga karena besok pagi-pagi sekali aku ada janji dengan seorang dosen untuk membantunya mengumpulkan data-data yang berhasil kami kumpulkan (yang tentunya dia yang membuat pertanyaan, aku hanya membagikan kuisioner pada obyek penelitian).

Aku mengambil jalur yang biasa kulalui yang melewati Jl. Saparua (gelora) yang kalau malam banyak kaum waria yang mejeng mencari langganan. Aku tidak pernah perduli karena memang aku sama sekali tidak tertarik oleh yang palsu semacam itu. Tapi malam itu secara sadar atau tidak sadar aku berhenti ketika seorang waria melambaikan tangannya. Aku hanya berpikir seksi sekali ini orang (tentunya dalam cahaya yang remang-remang dan pengaruh obat yang masih bersisa di kepalaku).

Kupinggirkan bebekku mendekatinya. Setelah kudekati memang ternyata selain seksi juga manis dan mulus. Ia memakai baju malam (aku tidak tahu namanya) yang talinya kecil atau malah mungkin mirip baju tidur, hanya saja bahannya mungkin lebih bagus. Dadanya yang menonjol karena terdorong buah dada yang cukup besar hanya setengahnya tertutup, seolah-olah mendesak untuk segera keluar. Lengan dan kakinya tidak berotot seperti seharusnya seorang lelaki, itu terlihat karena ia memakai minidress. Kulihat wajahnya juga manis dan tidak kaku. Lama aku bertanya dalam hati, ini cewek beneran kali.

Tiba-tiba, “Mau kemana Mas..?” ia bertanya yang membuat buyar pertanyaan-pertanyaan di kepalaku.
“Mau pulang.” aku menjawab asal-asalan.
“Kok pulang sih.., kan belum malem. Ngobrol dulu yuk..!” ia bertanya lagi (memang suaranya sedikit lebih ngebas dari suara wanita, atau mungkin seperti suara wanita perokok).
“Ini kan lagi ngobrol.” aku merespon lagi.
“Ngobrol di sana aja, sepi.. yuk..!”
“Kemana..?”
“Tuh, ke samping gelora.”

Akhirnya aku seperti kerbau yang dicocokin hidungnya, menurut saja. Ku-start motor dan ia langsung duduk diboncengan sambil tangannya, ya ampun.., ini tangan bukan pegang samping jok motor atau mungkin pinggang, eh malah menempel di antara kedua pahaku, tepatnya rudalku. Aku diam saja, pura-pura tidak tahu. Motor kujalankan dan tangannya malah menjadi meremas barangku. Aku sedikit grogi juga, tapi yang jelas burungku mulai terusik karena terasa sudah mulai mengeras.

Akhirnya kami sampai di samping gedung olahraga yang memang gelap dan sunyi sekali. Kalau diperhatikan lebih teliti, maka akan terlihat bayangan orang-orang yang tidak jelas sedang melakukan apa, yang pasti mereka sedang melakukan adegan ngeseks. Aduh gimana ini sebenarnya, aku ingin menolak dan membalikkan motor terus pulang, tapi aku seperti tidak berdaya dan terus saja mengikuti perintahnya. Akhirnya ia menyuruhku untuk berhenti.

“Motornya diparkir di sini aja..!”
“Aman ngga..?” (aku sedikit was-was).
“Aman dong..! Tuh.., yang lain juga diparkir di situ..!”

Akhirnya kustandarkan motor dan berjalan mengikutinya. Kami sampai tepat di teras samping gedung. Di sana ada tumpukan peti, tepatnya stage level. Kami duduk di situ dan mulai ngobrol kesana kemari. Baru kutahu ternyata namanya Emma. Aku tidak tahu kalau siang apa namanya jadi Eman. Aku sudah tidak perduli lagi. Baca lanjut!


Cerita Nonton Bokep Sambil di Oral Waria

Cerita Nonton Bokep Sambil di Oral Waria

  Topoin.com - Aku masih 18 tahun waktu itu, baru lulus SMA. Dan kejadian itu terjadi setelah aku pulang dari pawai kelulusan SMA-ku. Aku memang sering menghayal tentang hubungan sex sejak SMP. Tapi aku nggak habis pikir kenapa sex pertamaku harus kulakukan dengan seorang waria.

Habis pulang dari pawai ituaku tidak langsung pulang, karena capai aku duduk duduk saja sambil nunggu keringatku kering. Aku kaget banget karena tiba tiba saja aku didatangi tiga mahkluk yang berdandan mirip artis. Mereka langsung duduk di sebelahku. Satu diantara mereka memberiku teh botol. Karena memang haus aku langsung terima saja minuman itu.


Aku sedikit lega karena keadaan waktu itu sepi banget jadi aku nggak terlalu malu. Jujur aku belum pernah duduk sebelahan dengan waria sebelumnya. Setelah ngobrol ngalor ngidul baru aku tahu nama mereka: Linda, Tania dan Silvi. Karena kebelet pipis aku segera mencari toilet ditaman itu. Kebetulan toiletnya berada tak jauh di belakang kami duduk. Aku pun segera minta ijin buat kencing. Mereka cuma mengiyakan aja. Aku segera cabut ke toilet.

Tapi sebelum aku sampai ke toilet mataku benar benar dibuat tak berkedip oleh pemandangan yang secara nyata baru aku lihat saat itu. Seorang cowok sedang di oral oleh seorang waria di deket toilet itu. Ake lihat cowok muda yang kira kira baru umur 25 tahunan itu menggeliat-geliat seperti ular bahkan bokongnya ikut terangkat saat waria itu bergerak bebas diatas selangkangan cowok itu.

Sebenarnya cowok itu melihat aku saat itu tapi dia cuek aja. Akupun masuk toilet biar bagaimanapun air kencing ini harus di keluarkan. Tapi pikiranku masih tertuju ke pemandangan indah diluar tadi. Bahkan kontolku kini sudah setengah tegang jadinya.

“Hayo ngapain?”

Tiba tiba aja linda sudah ada di belakangku, memang pintunya tidak aku tutup tadi. Aku bener bener kaget dan langusng kumasukkan kontolku.

“Kok ditutupi, Linda nggak boleh lihat yah?” katanya sambil mendekat.

Aku hanya gugup campur malu. Tapi Linda malah meraba raba celana depanku.

“Sudah tegang begini kok didiemin. Kasihan kan sayang?” katanya sambil meremas kontolku.

Aku cuma diam aja di perlakukan seperti itu. Jujur aku malah ingin lebih. Linda mendorongku hingga aku bersandar di tembok. Tanpa minta ijin dulu dia langsung membuka celana abu-abu-ku. Di perosotkan sampai kedengkul. Linda tersenyum dan mendongak kewajahku.

“Adi pingin seperti yang diluar kan?” godanya.

Aku malah mengangguk seperti anak kecil. Linda mencimu dan menjilati kontolku yang masih terbungkus CD-ku hingga nampak basah oleh air liurnya.

Aku juga tidak mau tinggal diam segera aku raih susu buatanya itu kuremas-remas. Dan akhirnya aku dengar Linda mensdesah nikmat. Aku menekan kontolku kewajahnya. Dan dia mengerti apa yang aku mau. Linda menarik CD-ku. Kini bagian bawahku sudah tidak terbungkus apa apa lagi. Kontolku pun lagsung mengacung bebas menantang Linda.

Tapi linda tidak langsung menghisap kontolku. Linda malah lebih senang mempermainkan perasaanku dengan menjilati pahaku sampai ke dengkul. Ku pegang sendiri kontolku dan kuarahkan ke mulutnya tapi tetap saja Linda tak mau bergeming. Malah bagian buah zakarku yang di elus elusnya.

“Lin.. Pliss” Aku mendesah nikmat saat Linda menjilat jilat kedua biji kontolku. Aku sengaja menurunkan pantatku agar Linda segera memngenyot kontolku tapi lagi lagi gagal. Linda malah bergerak naik dan membuka baju seragamku. Wajib baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia